Kanalgresik.com – Sebanyak 250 pengemudi ambulans dari Jawa, Madura, hingga Bali berkumpul di Gelora Joko Samudro (Gejos), Kabupaten Gresik, Minggu (1/11/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang memperkuat silaturahmi dan solidaritas antarpengemudi ambulans dalam menjalankan layanan kemanusiaan.
Kegiatan bertajuk Kopi Darat Gabungan (Kopdargab) III Paguyuban Driver Ambulance Jawa-Madura-Bali itu mengusung tema “Dari Giri untuk Negeri”. Acara tersebut sekaligus menandai peringatan delapan tahun paguyuban.
Baca juga: Driver Ambulans Dibekali Etika Berkendara, Satlantas Polres Gresik Tekankan Keselamatan Pasien
Perkuat Solidaritas Lintas Daerah
Dewan Pembina Paguyuban Driver Ambulance Jawa-Madura-Bali, Ilham Dwi Cahyono, mengatakan Gresik dipercaya menjadi tuan rumah Kopdargab III. Dua kegiatan sebelumnya berlangsung di Probolinggo dan Banyuwangi.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjalin tali silaturahmi serta memperkuat solidaritas rekan-rekan driver ambulans se-Jawa, Madura, dan Bali. Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Gresik mendapat kehormatan menjadi tuan rumah,” ujar Ilham.
Peserta datang dari berbagai daerah. Di antaranya Klaten, Jakarta, Blitar, Situbondo, Pasuruan, Madiun, Mojokerto, dan Pamekasan. Sejumlah peserta bahkan menyeberang langsung dari Bali menggunakan armada ambulans.
Pengemudi Mendapat Pembekalan
Selain menjadi ajang silaturahmi, Kopdargab III juga menghadirkan pembekalan bagi para pengemudi. Materi mencakup keselamatan berkendara atau safety driving dari kepolisian serta penanganan medis kegawatdaruratan dari tenaga kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng dan pemberian santunan kepada anak yatim. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi edukasi untuk meningkatkan pengetahuan saat menjalankan tugas pelayanan darurat.
“Kami ingin rekan-rekan driver terus mendapat pembaruan keilmuan. Ada materi khusus dari kepolisian terkait teknik safety driving serta dari nakes mengenai tata cara penanganan pasien dalam kondisi gawat darurat,” kata Ilham.
Baca juga: Pelajar 17 Tahun Terjun dari Jembatan Prambangan Gresik, Alami Cedera Serius
Paguyuban ini terbuka bagi pengemudi ambulans dari berbagai latar belakang. Anggotanya berasal dari rumah sakit pemerintah dan swasta, puskesmas, lembaga sosial, yayasan, hingga pengelola ambulans mandiri.
Beberapa fasilitas kesehatan di Gresik, seperti RSUD Ibnu Sina dan RS Semen Gresik, turut memperkuat jejaring tersebut.
Jejaring Bantuan untuk Perjalanan Rujukan
Ilham menjelaskan, jejaring lintas daerah membantu pengemudi ketika menghadapi kendala selama perjalanan rujukan pasien.
Misalnya, saat persediaan oksigen medis menipis atau armada mengalami kerusakan mesin di luar kota. Pengemudi dapat menghubungi anggota paguyuban terdekat untuk meminta bantuan.
Baca juga: Pikap Oleng di Jalan Raya Maduran Manyar, Dua Pejalan Kaki Dilarikan ke RSUD Ibnu Sina
“Ketika mengantar pasien rujukan antar kota dan persediaan oksigen menipis, driver bisa langsung berkoordinasi dengan rekan paguyuban di titik lokasi terdekat. Begitu pula jika armada mengalami trobel mesin di jalan, tim terdekat siap meluncur memberikan bantuan,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan sejumlah lembaga amil dan yayasan sosial, antara lain YDSF dan Nurul Hayat. Keduanya memiliki program layanan ambulans gratis bagi anak yatim piatu serta lansia kurang mampu.
Pada kesempatan tersebut, Ilham turut mengingatkan masyarakat agar memberikan jalan kepada ambulans yang sedang bertugas. Ia menilai kesadaran pengguna jalan terhadap prioritas kendaraan darurat masih perlu ditingkatkan.
“Kami sangat berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Ambulans yang menyalakan sirine dan isyarat lampu sedang mengemban tugas menyelamatkan nyawa atau mengantar jenazah. Mohon berkenan memberikan prioritas jalan agar proses evakuasi berjalan lancar,” tutupnya.
Editor : Deni Adi Santoso