Kanalgresik.com – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik membidik perolehan 16 kursi legislatif pada Pemilu 2029. Target tersebut menjadi salah satu agenda utama kepengurusan DPC dan DPAC periode 2026–2031 yang baru dikukuhkan.

Target itu disampaikan dalam rangkaian pengukuhan pengurus yang dilanjutkan dengan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). Forum tersebut menjadi ruang untuk merumuskan arah kebijakan serta program strategis partai selama lima tahun ke depan.

Ketua DPC PKB Gresik, M. Syahrul Munir, mengatakan pengukuhan bukan sekadar penetapan struktur organisasi. Menurutnya, seluruh pengurus harus segera menjalankan program yang telah disusun.

“Seluruh pengurus DPC dan DPAC harus segera bergerak menjalankan program yang sudah disiapkan. Sejumlah agenda unggulan telah dirumuskan dan menjadi tanggung jawab kepengurusan baru untuk merealisasikannya,” ujar Syahrul, Senin (2/11/2026).

Target 16 Kursi Jadi Ukuran Kinerja
Wakil Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Timur, Thoriqul Haq, menegaskan target 16 kursi harus menjadi acuan kerja sekaligus ukuran keberhasilan kepengurusan.

Ia menyebut capaian tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan dilaporkan kepada DPW PKB Jawa Timur.

“DPW PKB Jawa Timur menargetkan PKB Gresik mampu memperoleh 16 kursi. Target ini harus menjadi acuan dalam menyusun program kerja. Kinerja kepengurusan nantinya juga akan dievaluasi dan dilaporkan kepada DPW,” ungkapnya.

Thoriqul menilai PKB Gresik memiliki modal politik untuk mempertahankan sekaligus memperbesar pengaruhnya. Namun, kekuatan organisasi perlu diterjemahkan menjadi program yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Komposisi pengurus yang banyak diisi kalangan muda, pelaku usaha, dan profesional dinilai dapat menjadi peluang untuk memperluas jangkauan organisasi.

Pengurus Muda Diminta Perkuat Kaderisasi
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, turut mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam kepengurusan. Menurutnya, dominasi anak muda harus diikuti kemampuan memahami perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Ia mendorong agar pengurus muda tidak hanya mengisi struktur organisasi, tetapi juga menghadirkan program konkret. Di antaranya pengembangan kapasitas, peningkatan keterampilan, serta dukungan bagi generasi muda yang ingin membangun usaha.

Jazilul juga menitipkan tiga pekerjaan penting kepada pengurus baru, yakni memperkuat kaderisasi, memperbanyak kegiatan sosial, dan memberikan pendampingan terhadap persoalan masyarakat.

Pendampingan tersebut dapat berupa bantuan hukum, dukungan bagi warga yang mengalami kesulitan ekonomi, hingga membantu pengembangan usaha kecil.

Menurutnya, partai politik perlu memahami persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi. Kehadiran kader tidak seharusnya hanya dirasakan ketika menjelang pemilu.

“Kader PKB harus hadir membantu masyarakat. Bisa melalui pendampingan hukum, membantu warga yang kesulitan ekonomi, maupun mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha. Jangan sampai keberadaan kader hanya terasa saat menjelang pemilu,” pungkasnya.

Dengan target 16 kursi pada Pemilu 2029, kepengurusan baru DPC PKB Gresik memiliki pekerjaan untuk memperkuat organisasi, menjalankan program, serta membangun kedekatan dengan masyarakat selama masa kepengurusan.