Kanalgresik.com – Bus Trans Jatim bernomor polisi W 7069 UO terbakar di jalur Pantura perbatasan Kabupaten Gresik dan Lamongan, tepatnya di depan Koperasi Desa (Kopdes) Banyutengah, Kecamatan Panceng, Minggu (1/11/2026) malam. Kepulan asap tebal yang tiba-tiba memenuhi bagian dalam bus membuat para penumpang panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Beruntung, evakuasi mandiri berlangsung cepat sehingga seluruh penumpang berhasil keluar sebelum kobaran api membesar. Berdasarkan pendataan awal, tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Asap Tebal Muncul Saat Bus Melintas
Bus tersebut dikemudikan M. Jali (64), warga Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Saat melintas di lokasi kejadian, asap tebal mendadak muncul dari kompartemen kendaraan hingga memenuhi bagian dalam armada.

Kondisi tersebut memicu kepanikan penumpang. Mereka segera keluar dari bus untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Warga sekitar dan pengguna jalan yang berada di lokasi turut membantu proses penyelamatan. Setelah keluar dari bus, para penumpang sementara dievakuasi menggunakan mobil pikap Duta Merpati untuk menjauh dari titik kebakaran.

Polisi Lakukan Penanganan dan Penyelidikan
Kapolsek Panceng AKP Khairul Alam membenarkan insiden kebakaran bus Trans Jatim tersebut. Pihaknya langsung menginstruksikan personel untuk mendatangi lokasi guna mengamankan jalur dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Anggota kami masih di lapangan melakukan pengecekan kondisi serta mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan kronologi detail peristiwa," ujar AKP Khairul Alam, Minggu (1/11/2026) malam.

Dugaan awal, kebakaran dipicu gangguan atau masalah teknis pada bagian mesin kendaraan. Namun, penyebab pasti munculnya api masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Insiden tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur Pantura Gresik-Lamongan tersendat. Kondisi berangsur normal setelah petugas kepolisian dan armada pemadam kebakaran melakukan penanganan.

Polsek Panceng bersama unit terkait masih melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan sisa material kebakaran tidak membahayakan pengguna jalan.