Kanalgresik.com – Pemerintah Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menyiapkan pembenahan sarana dan prasarana di kawasan Makam Panjang Siti Fatimah binti Maimun. Perbaikan diprioritaskan pada ketersediaan air bersih, kerusakan lantai makam, serta akses jalan di kawasan situs bersejarah tersebut.

Keterbatasan air menjadi salah satu keluhan utama, terutama ketika peziarah datang dalam rombongan besar. Fasilitas yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan bersuci, berwudhu, dan sanitasi masjid saat jumlah pengunjung meningkat.

Penjaga Makam Panjang Leran, Khoirul Mufid, mengatakan persediaan air terkadang tidak mencukupi ketika kawasan makam dikunjungi rombongan hingga dua bus.

“Kalau ada peziarah banyak, bahkan sampai dua bus, fasilitas air terbatas. Untuk mengambil wudhu dan kebutuhan di masjid saja terkadang tidak cukup,” ujar Khoirul.

Kapasitas Tandon Air Akan Ditambah
Penjabat Kepala Desa Leran, Supriyadi, mengatakan pemerintah desa telah meninjau langsung kondisi kawasan makam bersama juru kunci dan perwakilan IHHC Gresik.

Hasil peninjauan tersebut menjadi dasar inventarisasi kebutuhan perbaikan. Pemerintah desa juga berencana berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait sebelum melaksanakan pembenahan.

“Kami inventarisir seluruh kebutuhan, selanjutnya akan dibenahi setelah berkomunikasi dengan beberapa pihak terkait. Dalam waktu dekat kami akan menggelar kerja bakti yang melibatkan warga serta pihak ketiga,” jelas Supriyadi, Kamis (8/10/2026).

Salah satu rencana yang menjadi prioritas ialah meningkatkan kapasitas penampungan air. Saat ini, kawasan makam hanya memiliki satu tandon dengan kapasitas 3.200 liter.

Pemdes Leran mempertimbangkan dua opsi, yakni meningkatkan kapasitas tandon utama menjadi 5.000 liter atau menambah dua tandon baru yang masing-masing berkapasitas 3.200 liter.

Selain itu, pemerintah desa merencanakan penambahan instalasi perpipaan menuju sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air, termasuk area guci di dekat pintu masuk makam dan deretan keran untuk berwudhu.

Rencana tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air ketika jumlah peziarah meningkat. Namun, pelaksanaannya masih menunggu koordinasi dengan pihak terkait.

Lantai Makam dan Jalan Paving Perlu Diperbaiki
Selain persoalan air, kondisi fisik di kawasan makam juga menjadi perhatian. Sejumlah keramik di bagian dalam makam dilaporkan terangkat atau menggembung sehingga membutuhkan penanganan.

Akses jalan berpaving di sekitar kawasan cagar budaya itu juga mengalami kerusakan. Kondisi tersebut masuk dalam daftar kebutuhan yang sedang diinventarisasi pemerintah desa.

Pembenahan fasilitas diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan peziarah sekaligus menjaga kondisi kawasan makam sebagai situs bersejarah yang dikunjungi masyarakat.

Pemdes Leran berencana menggelar kerja bakti bersama warga dan melibatkan pihak ketiga. Adapun pelaksanaan perbaikan akan dikoordinasikan lebih lanjut setelah seluruh kebutuhan terdata.

Pembenahan Dilakukan Bertahap
Inventarisasi menjadi langkah awal sebelum pemerintah desa menentukan kebutuhan dan prioritas pekerjaan. Selain memperhatikan sarana fisik, ketersediaan air juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan bagi peziarah.

Dengan koordinasi bersama pihak terkait, Pemdes Leran berharap kebutuhan mendesak di kawasan Makam Panjang Siti Fatimah binti Maimun dapat ditangani secara bertahap.

Sumber: Radar Gresik dan keterangan Pj Kepala Desa Leran serta penjaga makam.

Keterangan Resmi: Pj Kepala Desa Leran menyampaikan bahwa pemerintah desa sedang menginventarisasi kebutuhan pembenahan. Penambahan tandon air dan perbaikan fasilitas masih berupa rencana yang memerlukan koordinasi lebih lanjut.