Kanalgresik.com – Dua anggota Polsek Duduksampeyan, Polres Gresik, nyaris diamuk massa di Desa Petung, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Keduanya diduga melakukan pemerasan terhadap warga dengan dalih penanganan kasus judi online (judol).
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (16/8/2026), setelah warga memergoki kedua oknum polisi kembali mendatangi rumah warga yang dituding terlibat judol. Situasi kemudian memanas hingga warga mengepung keduanya di Balai Desa Petung.
Kedua anggota tersebut berinisial DN dan PT. Menurut keterangan warga, keduanya sebelumnya diduga meminta uang kepada tiga warga yang dituding terlibat judi online dengan nilai sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per orang.
Warga Curiga Dua Polisi Kembali Datang
Hafidz, warga Desa Petung, mengatakan tiga warga sebelumnya didatangi kedua oknum polisi tersebut sekitar sebulan lalu. Warga yang dituding terlibat judol itu disebut dimintai uang sebagai bentuk “damai” agar persoalan tidak berlanjut.
Kecurigaan warga muncul ketika kedua oknum tersebut kembali mendatangi rumah warga lain pada Minggu malam. Warga kemudian mengikuti pergerakan keduanya secara diam-diam.
Kedua oknum polisi selanjutnya diajak ke Balai Desa Petung untuk menjalani mediasi. Namun, situasi berubah tegang setelah warga yang mengetahui dugaan permintaan uang tersebut mengepung keduanya.
Kedua Oknum Polisi Diproses Propam
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung mengamankan kedua anggota tersebut dari amukan massa. Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan kedua anggota Polsek Duduksampeyan itu telah diamankan dan menjalani proses pemeriksaan internal.
“Sudah diproses Propam, langsung di sel,” ujar Arya.
Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan. Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan dugaan pelanggaran yang dilakukan kedua anggota dapat ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, peristiwa tersebut juga menjadi perhatian karena bermula dari dugaan penanganan kasus judi online yang kemudian memicu kemarahan warga.