Kanalgresik.com - Kiprah Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC LTM NU) Gresik dalam mengembangkan kegiatan kemasjidan mendapat pengakuan dari Pengurus Wilayah LTM NU Jawa Timur. PC LTM NU Gresik berhasil meraih Peringkat 2 Pengurus Cabang LTM NU Teraktif se-Jawa Timur Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan dalam Workshop Kemasjidan bertema “Sosialisasi Digitalisasi Pendataan Masjid Nahdlatul Ulama di Jawa Timur dengan Digdaya” yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Sabtu (29/8/2026).
Baca juga: 5 Jejak yang Hubungkan Gresik dan Jombang dalam Sejarah NU
Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Selain menjadi ajang silaturahmi, workshop dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi pengurus LTM NU untuk memperkuat tata kelola serta pemberdayaan masjid.
Workshop diikuti pengurus LTM NU dari berbagai daerah di Jawa Timur dan luar Jawa Timur. PC LTM NU Gresik hadir dengan delegasi Ketua H. Nasichun Amin, Sekretaris Luthfi Anshori, dan Wakil Bendahara Ahmad Muzakky.
Masjid Didorong Kembali Jadi Pusat Kegiatan Umat
Ketua PW LTM NU Jawa Timur, Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy., menekankan pentingnya mengoptimalkan kembali fungsi masjid di tengah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, masjid tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus mampu menjadi pusat dakwah, pendidikan, kegiatan sosial hingga pemberdayaan masyarakat.
“Peran masjid harus ditingkatkan lagi. Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk memakmurkan masjid sebagai ujung tombak dakwah dalam meningkatkan kualitas ketakwaan dan kesejahteraan umat,” ujarnya.
Ia menilai penguatan kelembagaan LTM NU, mulai dari tingkat wilayah hingga cabang, menjadi bagian penting agar potensi masjid dapat dikelola dan dikembangkan secara maksimal.
Gresik Duduki Peringkat Kedua
Dalam workshop tersebut, PW LTM NU Jawa Timur menyerahkan piagam penghargaan kepada PC LTM NU Gresik sebagai Pengurus Cabang LTM NU Teraktif Peringkat 2 se-Jawa Timur Tahun 2025.
Sementara posisi pertama diraih LTM NU Kabupaten Pasuruan.
Baca juga: Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai kiprah PC LTM NU Gresik dalam menggerakkan kegiatan kemasjidan. Capaian itu sekaligus menjadi dorongan bagi jajaran pengurus untuk meningkatkan pembinaan takmir, penguatan kelembagaan, serta pengembangan program masjid di Kabupaten Gresik.
Bagi PC LTM NU Gresik, penghargaan tersebut bukan sekadar capaian organisasi, tetapi juga menjadi amanah untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kegiatan kemasjidan di masa mendatang.
Manajemen Masjid Perlu Diperkuat
Penguatan tata kelola masjid juga menjadi salah satu perhatian dalam workshop. H. Mokhamad Mahdum, M.DEC., Ak., CPA., Ph.D., menekankan perlunya pembenahan manajemen agar masjid dapat menjalankan fungsinya secara lebih optimal.
“Menata manajemen masjid dan kembali menjadikan masjid sebagai sentral kegiatan,” jelasnya.
Menurutnya, pengelolaan masjid yang baik diperlukan agar berbagai potensi dan sumber daya yang ada dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Digitalisasi Data Masjid Jadi Perhatian
Sementara itu, Tim Digdaya Kemasjidan LTM PBNU, Khoirur Rofiq, memaparkan pentingnya digitalisasi pendataan masjid NU.
Baca juga: JKN Tetap Tanggung Pengobatan Kronis, Ini Layanan yang Tidak Dijamin BPJS
Menurutnya, keberadaan data yang tertata, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi dasar penting dalam melakukan pembinaan sekaligus memetakan kebutuhan masjid.
“Data rapi dan valid dapat dipertanggungjawabkan, tidak hanya klaim,” disampaikan dalam materi tersebut.
Data tersebut selanjutnya menjadi fondasi pengembangan sistem Digdaya, termasuk penyediaan akun mandiri bagi takmir masjid serta portal publik yang dapat mendukung keterbukaan dan pemanfaatan data kemasjidan.
Digitalisasi diharapkan membuat pengelolaan data masjid menjadi lebih terukur sehingga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan dan pengembangan program LTM NU.
Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PW LTM NU Jawa Timur memperkuat tata kelola kemasjidan berbasis data dan teknologi. Momentum Muktamar ke-35 NU di Jombang turut dimanfaatkan untuk mempererat koordinasi antar-pengurus LTM NU.
Bagi PC LTM NU Gresik, penghargaan sebagai cabang teraktif peringkat kedua se-Jawa Timur menjadi bukti atas kiprah yang telah dilakukan sekaligus tantangan untuk terus mengembangkan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan peradaban umat.
Editor : Radit