Kanalgresik.com – Tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) sejak kecil, dr. Risda Dwi Oktavia kini mengabdikan ilmu kedokterannya melalui keterlibatan dalam pengembangan Klinik Muslimat NU Menganti, Kabupaten Gresik.
Selain menjalankan tugas profesional di RSI Benowo Surabaya, dokter berusia 29 tahun tersebut turut mengambil bagian dalam pengembangan layanan kesehatan di lingkungan Muslimat NU.
Baca juga: Fatayat NU Gending Hadirkan Majelis Fatimah Zahra untuk Ruang Belajar Perempuan
Keterlibatan itu menjadi salah satu bentuk pengabdian yang ingin terus dijalaninya. Bagi Risda, profesi dokter tidak sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Hal tersebut terlihat ketika dirinya hadir dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis sekaligus Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Gresik. Dalam kegiatan tersebut, ia berbagi pengetahuan mengenai pola hidup sehat kepada anggota Pondok Lansia.
Suasana berlangsung hangat melalui komunikasi dan tanya jawab bersama para peserta.
Keluarga dan Bimbingan Kiai Jadi Penguat
Kepada NUGres, Kamis (29/10/2026), Risda menceritakan bahwa perjalanan hingga menjadi dokter tidak terlepas dari dukungan keluarga, doa, serta bimbingan para kiai.
Ia mengaku telah mengenal tradisi dan kehidupan NU sejak kecil karena tumbuh di lingkungan Nahdliyin.
“Perjalanan saya sampai menjadi dokter, ya, tentu prosesnya panjang dan nggak lepas dari dukungan banyak orang. Alhamdulillah, saya sejak kecil tumbuh di lingkungan NU, jadi sudah cukup dekat dengan tradisi dan kehidupan NU,” ungkapnya.
Baca juga: Konfercab XXI NU Gresik Siap Digelar 13 Desember
Menurut Risda, dukungan keluarga dan doa para kiai menjadi bagian penting yang menguatkan langkahnya selama menempuh pendidikan hingga menjalani profesi sebagai dokter.
Profesi Dokter sebagai Jalan Pengabdian
Bagi Risda, ilmu kedokteran yang dimiliki harus dapat memberikan manfaat lebih luas. Karena itu, keterlibatannya dalam pengembangan Klinik Muslimat NU Menganti menjadi ruang untuk belajar sekaligus berkontribusi kepada masyarakat.
Ia menyadari masih banyak hal yang perlu dipelajari, terutama dalam menjalankan peran profesional sekaligus berkhidmah di organisasi NU.
Baca juga: LTM NU Gresik Raih Peringkat 2 Teraktif se-Jatim, Kiprah Kemasjidan Digaanjar Penghargaan
“Buat saya, menjadi dokter itu bukan cuma soal profesi, tapi juga bagaimana ilmu yang kita punya bisa bermanfaat untuk orang lain. Begitu juga dengan khidmah di NU. Saya merasa masih banyak yang harus dipelajari, dan saya ingin terus belajar sambil berusaha memberikan manfaat untuk umat dan masyarakat,” katanya.
Risda berharap dapat terus menjalankan profesinya dengan baik serta konsisten mengambil bagian dalam kegiatan pengabdian di lingkungan NU.
“Intinya, saya menjalani semua ini pelan-pelan saja, sambil terus belajar dan memperbaiki diri. Mohon doanya, semoga saya bisa terus istiqamah dalam menjalani profesi dan berkhidmah di NU,” pungkasnya.
Kisah Risda menjadi gambaran keterlibatan generasi muda Nahdliyin dalam pengabdian melalui bidang kesehatan. Melalui ilmu dan kepedulian, ia berupaya ikut memperkuat pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
Editor : Deni Adi Santoso