Kanalgresik.com – DPRD Kabupaten Gresik meminta pemerintah daerah mengoptimalkan fungsi drainase dan rumah pompa untuk mengantisipasi genangan serta banjir saat musim hujan. Meski enam titik rumah pompa telah disiagakan, efektivitas pengoperasiannya dinilai masih perlu ditingkatkan.
Enam titik rumah pompa tersebut berada di Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali Towo, Rumah Pompa Lumpur, Pulopancikan, dan Banjaragung. Infrastruktur itu disiapkan untuk membantu mempercepat pembuangan air, terutama ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan perkotaan dan sekitar Waduk Bunder.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menyoroti kinerja rumah pompa di Banjaragung. Menurutnya, fasilitas tersebut belum optimal mengurangi genangan di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.
Inlet Drainase Perlu Dibersihkan Rutin
Hamdi mengatakan, ruas jalan protokol tersebut masih kerap tergenang ketika hujan deras, meskipun telah didukung saluran drainase berukuran besar.
Ia menduga salah satu penyebabnya adalah tersumbatnya lubang inlet, yakni saluran masuk air dari bahu jalan menuju drainase utama.
“Mungkin lubang inlet dari bahu jalan menuju saluran drainase perlu dibersihkan secara rutin dari sampah dan endapan tanah, agar limpasan air hujan bisa langsung mengalir lancar ke dalam drainase,” ujar Hamdi.
Menurutnya, keberadaan mesin pompa berkapasitas besar tidak akan memberikan hasil maksimal apabila aliran air dari permukaan jalan menuju saluran utama terhambat.
Karena itu, pembersihan saluran masuk air perlu menjadi bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur pengendali banjir.
Jalan KH Syafi’i Manyar Juga Jadi Perhatian
Selain Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Komisi III DPRD Gresik juga menyoroti potensi genangan di Jalan KH Syafi’i, Kecamatan Manyar.
Selama ini, aliran air dari kawasan tersebut diarahkan menuju anak sungai di Desa Dahanrejo. Sungai tersebut sebelumnya telah dinormalisasi untuk memperlancar aliran menuju waduk penampungan.
Hamdi menyebut normalisasi sungai telah membantu memperlancar aliran air menuju Waduk Bunder. Namun, titik penampungan waduk tersebut belum dilengkapi pompa pembuang.
“Aliran air ke arah Waduk Bunder sebetulnya sudah efektif setelah dilakukan normalisasi sungai. Hanya saja, di titik penampungan waduk tersebut saat ini belum dilengkapi dengan pompa pembuang,” terangnya.
DPRD Gresik mendorong agar pengerukan saluran, pemeliharaan mesin pompa, serta pengawasan kebersihan tangkapan air jalan atau street inlet dilakukan secara terpadu.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Gresik berfungsi optimal selama musim hujan.