KanalGresik.com – Pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Gresik mendorong pemerintah daerah memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai sekolah, khususnya SMK, harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Hal itu disampaikan Gus Yani saat membuka Simposium Nasional bertema “Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya” di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, sinkronisasi antara pendidikan dan kebutuhan industri perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat Gresik dapat mengambil manfaat langsung dari pertumbuhan investasi di daerah.

Kurikulum Harus Mengikuti Perkembangan Industri
Gus Yani menilai pendidikan kejuruan tidak cukup hanya berorientasi pada kelulusan siswa. Kompetensi yang dimiliki lulusan harus benar-benar sesuai dengan perkembangan pasar kerja.

Karena itu, ia mendorong adanya penyesuaian kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

“Revitalisasi” sekolah, menurutnya, bukan sekadar memperbaiki sarana dan prasarana. Peningkatan kualitas guru, pembaruan kompetensi siswa dan hubungan yang lebih erat dengan dunia usaha juga menjadi bagian penting.

Pemkab Soroti Kewenangan Pendidikan Menengah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik juga menyoroti pembagian kewenangan pengelolaan pendidikan menengah berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Saat ini, pengelolaan SMA, SMK dan SLB berada pada kewenangan pemerintah provinsi. Gus Yani berharap ketentuan tersebut dapat ditinjau kembali sehingga pemerintah kabupaten memiliki ruang lebih besar untuk menangani pendidikan menengah di wilayahnya.

Menurutnya, pemerintah daerah berada lebih dekat dengan masyarakat dan memiliki pemahaman terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Dengan kewenangan yang lebih besar, intervensi terhadap program pendidikan dinilai bisa dilakukan secara lebih cepat dan terarah.

SMA Disiapkan untuk Lanjut Perguruan Tinggi
Untuk jenjang SMA, Pemkab Gresik ingin memastikan siswa mendapatkan pendampingan yang memadai agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa Gresik untuk masuk ke perguruan tinggi berkualitas.

Sementara itu, jalur SMK diarahkan untuk memperkuat keterampilan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Jangan Sampai Industri Besar, SDM Lokal Tertinggal
Gresik dikenal sebagai salah satu kawasan industri yang terus berkembang. Kondisi tersebut membuka peluang ekonomi sekaligus menghadirkan tantangan dalam penyediaan tenaga kerja terampil.

Gus Yani menilai masyarakat lokal harus menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut. Lulusan SMK diharapkan memiliki kompetensi yang membuat mereka mampu bersaing mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang berkembang di Gresik.

Dengan demikian, keberadaan industri tidak hanya berdampak pada investasi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.

Sinergi Sekolah dan Dunia Usaha Diperkuat
Revitalisasi pendidikan vokasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, sekolah dan dunia industri dinilai perlu duduk bersama menentukan kompetensi yang dibutuhkan.

Kerja sama dapat diarahkan pada penyelarasan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, penguatan praktik kerja serta pengembangan pengalaman siswa di lingkungan industri.

Langkah tersebut diharapkan membuat lulusan SMK lebih siap memasuki dunia kerja sekaligus membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan.

Gresik Berkarya Dimulai dari SDM
Bagi Pemkab Gresik, penguatan pendidikan merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Gresik Berkarya.

Pertumbuhan industri yang tidak diiringi kesiapan sumber daya manusia dikhawatirkan membuat peluang kerja justru lebih banyak diisi tenaga dari luar daerah.

Karena itu, revitalisasi sekolah vokasi diarahkan untuk menciptakan lulusan yang memiliki keterampilan, daya saing dan kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan industri.