Kanalgresik.com – Dunia kaligrafi tidak hanya menjadi ruang bagi seniman dewasa. Di Gresik, seorang anak bernama Muhammad Rayyan Rabbani Riyanto mulai menunjukkan bakatnya melalui karya lukis kaligrafi.

Di usia yang masih belia, Rayyan mampu menuangkan ketertarikannya terhadap seni ke dalam karya yang mendapat apresiasi dari kalangan khattat, termasuk khattat yang memiliki kiprah di tingkat internasional.

Bagi Rayyan, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan seni yang telah ia tekuni sejak kecil.

Dari Hobi Menjadi Ruang Berkarya
Rayyan merupakan siswa SD Nahdlatul Ulama 1 Trate Gresik. Selain kegiatan akademik, ia aktif mengeksplorasi berbagai bidang seni.

Ketertarikannya terhadap lukisan dan kaligrafi terus berkembang melalui proses latihan. Ia belajar mengenali bentuk, komposisi, warna hingga bagaimana menuangkan gagasan ke dalam sebuah karya.

Proses tersebut membuat kemampuan Rayyan tidak berhenti pada sekadar menggambar. Ia mulai membangun karakter dalam karya yang dibuatnya.

Kaligrafi Dipadukan dengan Seni Lukis
Salah satu hal yang menarik dari karya Rayyan adalah pendekatannya yang memadukan unsur kaligrafi dengan seni lukis.

Eksplorasi tersebut memberi ruang bagi Rayyan untuk tidak hanya memperhatikan bentuk tulisan, tetapi juga mengolah latar, warna dan komposisi visual.

Cara tersebut menjadi bagian dari proses kreatif Rayyan dalam menemukan gaya berkaryanya sendiri.

Dukungan Keluarga Jadi Bekal
Bakat Rayyan juga tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia seni. Sang ayah, Muhammad Riyanto, merupakan pelukis kaligrafi yang turut mendampingi perkembangan kemampuan anaknya.

Dukungan tersebut memberi Rayyan kesempatan untuk belajar sekaligus mengenal lebih dekat dunia kaligrafi.

Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan keluarga kemudian menjadi bekal bagi Rayyan untuk terus berlatih.

Karya Mulai Mendapat Apresiasi
Perjalanan Rayyan di dunia seni semakin menarik perhatian ketika karya yang dibuatnya mendapat apresiasi dari khattat internasional.

Apresiasi tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Rayyan. Bukan semata karena pengakuan terhadap sebuah karya, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus belajar.

Di usia anak-anak, proses seperti ini penting agar kemampuan seni dapat berkembang secara bertahap. Eksplorasi, latihan dan keberanian mencoba berbagai teknik menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Potensi Seni Anak Gresik
Perjalanan Rayyan menunjukkan bagaimana ruang kreatif dapat menjadi bagian dari tumbuh kembang anak. Seni memberi kesempatan bagi anak untuk melatih ketelitian, kesabaran sekaligus mengekspresikan gagasan.

Dengan dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan, bakat tersebut dapat terus diasah tanpa menghilangkan karakter Rayyan sebagai anak yang sedang belajar.

Karya-karya yang lahir dari proses tersebut menjadi catatan awal perjalanan Rayyan di dunia seni dan kaligrafi. Apresiasi dari para pelaku seni menjadi salah satu pengalaman yang dapat mendorongnya untuk terus berkarya.