Kanalgresik.com – Lukisan Banana Island karya seniman asal Gresik, Mohammad Riyanto, dipamerkan dalam Art Jakarta 2026 dan kemudian dikoleksi Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Karya tersebut dipamerkan di Booth E.26 MTN Market, JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 2–4 Oktober 2026.
Lukisan berukuran 50 x 40 sentimeter itu dibuat menggunakan media acrylic on canvas. Karya tersebut menampilkan pohon pisang yang digambarkan seperti sebuah pulau kecil di tengah air, dengan sejumlah figur manusia di sekitarnya.
Menurut Riyanto, unsur air dalam lukisan tersebut menjadi simbol kehidupan. Sementara pohon pisang menggambarkan kesederhanaan sekaligus sumber kehidupan.
Angkat Refleksi Kehidupan
Melalui Banana Island, Riyanto menyampaikan refleksi tentang kehidupan manusia yang terus mengejar berbagai kepentingan. Aktivitas manusia yang digambarkan menyelam menjadi simbol kesibukan dalam mengejar kehidupan dunia.
Karya tersebut juga mengajak penikmat seni untuk berhenti sejenak dan melihat kembali hal-hal yang telah dimiliki serta mensyukurinya.
Elemen wadah kaca dalam lukisan digunakan sebagai simbol batas yang tidak selalu terlihat. Dari luar ruang tampak luas, sementara dari dalam tetap terdapat batas tertentu.
Riyanto Kembangkan Kaligrafi Surealis
Riyanto dikenal sebagai pelukis yang mengembangkan seni kaligrafi dengan pendekatan surealisme. Ia pernah belajar kaligrafi kepada Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan.
Keikutsertaannya dalam Art Jakarta menjadi bagian dari perjalanan Riyanto memperkenalkan karya di tingkat nasional. Sebelumnya, ia juga mengikuti Mini Art Malang yang digelar Founder Studio Dinding Luar.
Selain Banana Island, sejumlah karya Riyanto disebut telah menjadi koleksi sejumlah tokoh, termasuk lukisan Ikan Bandeng yang disebut dikoleksi Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Karya lainnya juga disebut dikoleksi KH Said Aqil Siradj, KH Afifuddin Dimyati, dan KH Muammar ZA.
Kehadiran Banana Island dalam Art Jakarta sekaligus menjadi ruang bagi Riyanto untuk memperkenalkan karakter karya yang memadukan unsur kaligrafi dan surealisme kepada publik seni yang lebih luas.