Kanalgresik.com – Sebanyak 750 bibit mangrove ditanam di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, dalam Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digelar jajaran DPC Partai Gerindra Gresik, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan penghijauan tersebut menyasar kawasan tambak RTH Pangkahwetan dan area bibir Sungai Bengawan Solo. Penanaman mangrove dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir sekaligus upaya menjaga ekosistem alami dari ancaman abrasi.

Aksi ini juga digelar untuk memperingati ulang tahun ke-75 Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Mangrove untuk Menjaga Kawasan Pesisir
Ketua DPC Partai Gerindra Gresik, dr. Asluchul Alif, mengatakan penanaman mangrove menjadi wujud rasa syukur jajaran pengurus dan kader atas bertambahnya usia Prabowo Subianto.

Alif yang juga menjabat Wakil Bupati Gresik berharap Presiden dapat terus menjalankan amanah serta mengawal berbagai program strategis nasional untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan Muhammad Kurdi menjelaskan, pemilihan Pangkahwetan sebagai lokasi penanaman didasarkan pada kondisi geografisnya yang berada di kawasan pesisir.

Menurut Kurdi, wilayah pantai membutuhkan perhatian bersama agar ekosistem dan benteng alaminya tetap terjaga.

“Kawasan pesisir membutuhkan perhatian dan pengawalan bersama agar benteng alaminya tetap terjaga serta terhindar dari ancaman abrasi,” tegas Kurdi.

Pengurus dan Kader Gerindra Turut Menanam
Gerakan ASRI tersebut melibatkan pengurus dan kader Partai Gerindra dari berbagai tingkatan. Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Anggota DPR RI Khilmi, Anggota DPRD Jawa Timur M.H. Rofiq, pengurus DPC dan PAC, serta organisasi sayap Perempuan Indonesia Raya (PIRA).

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Gresik juga ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Luthfi Dawam, Nur Saidah, Ricke Mayumi, Muhammad Kurdi, Danang Swantara, Kamjawiyono, Much Zaifudin, Abdullah Munir, Yuyun Wahyudi, dan Wahidatul Husna.

Penanaman 750 bibit mangrove ini menjadi bagian dari kampanye kepedulian lingkungan yang menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam merawat kawasan pesisir.

Keberlanjutan upaya penghijauan tidak hanya bergantung pada penanaman bibit, tetapi juga pada pemeliharaan dan pemantauan pertumbuhannya agar mangrove dapat berkembang serta memberi manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.