Kanalgresik.com – Jumiati (70), warga Dusun Dukuh, Desa Brangkal, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (22/10/2026). Penemuan tersebut bermula ketika tetangganya curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas maupun berbelanja selama dua hari.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 07.30 WIB. Dua tetangga korban, Tri Lestari dan Jamiatun, kemudian melaporkan kecurigaan mereka kepada Kepala Dusun Dukuh, Bima Hari, setelah melihat rumah Jumiati dalam keadaan tertutup.

Bima Hari bersama warga selanjutnya memeriksa rumah tersebut. Sekitar pukul 07.45 WIB, pintu rumah dibuka secara paksa. Saat diperiksa, Jumiati ditemukan terlentang di atas tempat tidur dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diduga meninggal akibat sakit. Namun, penyebab pasti kematiannya masih menunggu pemeriksaan medis.

Babinsa dan Petugas Gabungan Datangi Lokasi
Babinsa Koramil 0817/Balongpanggang, Serka Purwanto, mendatangi lokasi untuk membantu penanganan kejadian dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).

Penanganan melibatkan personel Polsek Balongpanggang, tenaga kesehatan, unsur Trantib Kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat. Personel kepolisian yang terlibat yakni Aiptu Seno, Aiptu Kusaeri, dan Aipda Subiantoro.

Unsur kesehatan terdiri atas Bidan Jeni dan Perawat Anton. Kepala Desa Brangkal Dodik Setiawan bersama unsur terkait juga turut mendukung penanganan di lokasi.

Pemeriksaan TKP dilakukan sekitar pukul 09.15 WIB untuk mendukung proses penanganan sesuai prosedur.

Jenazah Dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina
Sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah Jumiati dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk pemeriksaan medis dan permulasaraan.

Pada pukul 15.00 WIB, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Dukuh, Desa Brangkal.

Serka Purwanto menyatakan, kehadiran Babinsa dalam kejadian tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pembinaan teritorial serta upaya membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

Penanganan berlangsung tertib melalui koordinasi antara aparat kewilayahan, kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat.