Kanalgresik.com – Seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Gresik dari Pos Menganti, Agung, mengalami luka bakar serius saat membantu memadamkan kebakaran tumpukan limbah plastik daur ulang di Dusun Ngemplak, Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, Senin (26/10/2026).

Korban terperosok ke dalam tumpukan bara api yang tertutup abu ketika berupaya menjangkau titik api. Akibat insiden tersebut, Agung mengalami luka bakar pada bagian pinggang hingga kaki dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan DPKP Gresik, Sulyono, membenarkan kejadian yang menimpa anggotanya saat menjalankan tugas pemadaman.

“Benar, salah satu anggota kami dari Pos Menganti mengalami luka bakar saat memimpin dan membantu proses pemadaman kebakaran di wilayah Kecamatan Wringinanom,” kata Sulyono.

Terperosok ke Bara Api yang Tertutup Abu
Menurut Sulyono, insiden terjadi ketika Agung berusaha melewati pijakan di area reruntuhan material untuk menjangkau titik api. Namun, bagian yang diinjak mendadak ambles karena di bawahnya masih terdapat bara api.

Rekan-rekan korban segera melakukan evakuasi. Agung kemudian dibawa ke RS Petrokimia Driyorejo untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Setelah memperoleh penanganan darurat, korban dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik guna mendapatkan perawatan medis lanjutan oleh tenaga spesialis.

Kebakaran Limbah Plastik Dilaporkan Siang Hari
Berdasarkan laporan kronologi DPKP Gresik, kebakaran terjadi pada tumpukan limbah plastik daur ulang di lahan terbuka Dusun Ngemplak RT 001/RW 004, Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom.

Laporan darurat diterima markas komando pemadam kebakaran pada pukul 13.05 WIB. Armada dari Pos Driyorejo langsung diberangkatkan dua menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.27 WIB.

Karena material yang terbakar berupa plastik yang mudah menyebarkan api, ditambah kondisi angin, tim Rayon 3 meminta bantuan personel dan armada dari Rayon 2.

DPKP Gresik mengerahkan tiga unit armada, yakni satu mobil semprot dari Pos Menganti, satu mobil suplai air dari Pos Menganti, serta satu mobil suplai air dari Pos Driyorejo.

Petugas Hadapi Asap Tebal dan Keterbatasan Air
Dalam proses pemadaman, petugas gabungan menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan suplai air bersih dan tebalnya asap beracun dari material yang terbakar.

Meski menghadapi kendala di lapangan, petugas terus melakukan penanganan hingga api berhasil dikendalikan. Insiden yang menimpa Agung menjadi pengingat mengenai risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran saat menangani kebakaran material limbah.