Kanalgresik.com – Kebakaran menghanguskan bangunan usaha industri rumahan milik Sampurno di Dusun Glindah Lor RT 02 RW 01, Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Selasa (3/11/2026) malam.
Kebakaran diduga bermula dari panci berisi air rebusan mi instan yang ditinggalkan pemilik rumah saat pergi ke warung. Air dalam panci mengering hingga memicu kobaran api yang kemudian menyambar tumpukan bahan baku styrofoam di dekat kompor.
Perwira Piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik, Rizal S. Nugroho, menjelaskan peristiwa bermula setelah waktu Magrib. Saat itu, Iin, istri Sampurno, sedang memasak mi instan di dapur.
Namun, ia meninggalkan rumah beberapa saat untuk pergi ke warung terdekat. Selama rumah ditinggalkan, air rebusan menguap hingga kering dan api muncul dari panci.
"Selama rumah ditinggal, air rebusan mi instan tersebut habis mengering hingga muncul kobaran api dari panci. Api kemudian menyambar tumpukan bahan baku industri berupa styrofoam sehingga kobaran api dengan cepat membesar," ujar Rizal, Rabu (4/11/2026), sebagaimana diberitakan Radar Gresik.
Damkar Terima Laporan Melalui Gresik Akas 112
Laporan kebakaran diterima petugas Damkar Gresik melalui layanan Gresik Akas 112 pada pukul 18.33 WIB.
Personel Pos Damkar Menganti langsung diberangkatkan satu menit kemudian. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.07 WIB.
Sebanyak empat personel diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Mereka menggunakan satu unit mobil pemadam utama dan satu unit mobil suplai air.
Petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kondisi lokasi. Selanjutnya, pemadaman dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri sesuai standar.
Proses pemadaman dilanjutkan dengan penyisiran dan pembasahan. Penanganan selesai sekitar pukul 21.10 WIB setelah api dipastikan padam dan lokasi dinyatakan aman.
Kerugian Ditaksir Rp35 Juta
Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp35 juta. Kerugian itu meliputi uang tunai sebesar Rp15 juta dan sekitar 7.000 lembar bahan baku styrofoam senilai Rp20 juta.
Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka-luka. Petugas juga menyebut tidak menemui kendala berarti selama proses penanganan.
Pemadaman turut dibantu personel Polsek Kedamean dan petugas PLN Rayon Benjeng. Bantuan tersebut dilakukan untuk mendukung pengamanan lokasi dan arus listrik.
Damkar Gresik kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan peralatan memasak. Warga diminta tidak meninggalkan kompor atau alat pemanas dalam keadaan menyala, meskipun hanya untuk sementara waktu.