Kanalgresik.com – Penyelesaian proyek peningkatan Jalan Bungah-Dukun, Kabupaten Gresik, masih menghadapi kendala pasokan material. Hingga Rabu (4/11/2026), progres fisik proyek senilai Rp13,9 miliar tersebut baru mencapai sekitar 50 persen.

Keterlambatan ini menjadi perhatian Komisi III DPRD Gresik. Wakil Ketua Komisi III, Abdullah Hamdi, bersama jajaran dewan melakukan peninjauan langsung untuk mengevaluasi perkembangan pekerjaan.

Proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) itu memiliki panjang penanganan sekitar 4,2 kilometer. Namun, realisasi pengaspalan baru mencapai sekitar satu kilometer.

Kebutuhan U-Ditch Belum Terpenuhi
Konsultan Pengawas Proyek, Dani, menjelaskan bahwa pekerjaan pemasangan saluran beton U-Ditch mulai berjalan. Meski demikian, pelaksanaannya belum maksimal karena pasokan material dari penyedia belum lancar.

Dari total kebutuhan 1.760 unit U-Ditch, baru sekitar 150 unit yang terpasang. Kondisi tersebut membuat pekerjaan drainase masih membutuhkan percepatan.

Penggalian di sejumlah titik depan permukiman warga juga belum bisa dilakukan secara maksimal. Pelaksana perlu menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi lokasi.

Selain saluran drainase, proyek tersebut membutuhkan pasokan aspal dan beton untuk pengecoran bahu jalan.

Dani menyebut pengaspalan ditargetkan selesai pada 15 November 2026. Sementara pemasangan U-Ditch diproyeksikan rampung pada 14 Desember 2026.

Ia menegaskan, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kelancaran pengiriman material ke lokasi proyek.

DPRD Minta Kontraktor Percepat Pekerjaan
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan perkembangan proyek setelah rapat evaluasi bersama pihak terkait.

Sebelumnya, Komisi III telah menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), konsultan pengawas, serta kontraktor pelaksana.

Dalam rapat tersebut, dewan merekomendasikan pemberian tambahan waktu atau addendum selama 50 hari. Hamdi berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan kontraktor untuk menuntaskan pekerjaan.

“Alhamdulillah, sejauh hari ini kita melihat proses penyelesaian pekerjaan di ruas Jalan Bungah-Dukun sudah ada pergerakan positif sesuai progres yang disepakati saat rapat komisi. Harapan kami, target penyelesaian yang diberikan pada akhir November ini benar-benar bisa tuntas,” ujar Hamdi, Rabu (4/11/2026).

Meski melihat perkembangan pekerjaan, Hamdi meminta kontraktor tidak mengendurkan ritme pengerjaan. Ia juga menyoroti kebutuhan material yang harus segera didatangkan, terutama U-Ditch, aspal, dan beton untuk bahu jalan.

Keterlambatan Berpotensi Dikenai Denda
Proyek peningkatan Jalan Bungah-Dukun sebelumnya dijadwalkan mulai dikerjakan pada April dan berakhir pada 25 Oktober 2026. Namun, pelaksanaan fisik baru berjalan sekitar Mei hingga awal Juni.

Akibatnya, pekerjaan belum selesai ketika batas akhir kontrak terlampaui.

Dalam hasil rapat evaluasi, Komisi III juga mengingatkan adanya potensi sanksi denda keterlambatan. Besarannya disebut mencapai satu permil dari nilai kontrak setiap hari apabila kontraktor melewati batas toleransi penyelesaian yang disepakati.

DPRD Gresik berharap percepatan pekerjaan berjalan sesuai target. Penyelesaian proyek ini penting agar masyarakat dapat segera menikmati peningkatan kualitas infrastruktur jalan di wilayah Bungah-Dukun.